Cerita Sex Rian Ferdiana

Cerita Sex Rian Ferdianaby adminon.Cerita Sex Rian FerdianaEnam – Part 8 Rian Ferdiana Anak ke dua dari tiga bersaudara, kos sendirian karena rumahnya di kabupaten Bandung. Ganteng, banyak disukai siswi di sekolah karena pembawaan yang tenang dan baik hati. Berkulit putih, dengan tinggi 170 cm. Jago bermain futsal namun tidak begitu menyenangi futsal. Pandai dalam matematika dan kimia. Tidak sombong walaupun kabarnya […]

tumblr_nvrkkaYBfc1uhenvdo1_500 (1) tumblr_nvrkkaYBfc1uhenvdo1_500 tumblr_nvrkkaYBfc1uhenvdo2_500Enam – Part 8

Rian Ferdiana
Anak ke dua dari tiga bersaudara, kos sendirian karena rumahnya di kabupaten Bandung. Ganteng, banyak disukai siswi di sekolah karena pembawaan yang tenang dan baik hati. Berkulit putih, dengan tinggi 170 cm. Jago bermain futsal namun tidak begitu menyenangi futsal. Pandai dalam matematika dan kimia. Tidak sombong walaupun kabarnya berasal dari keluarga kaya. Bahkan ke 5 sahabatnya, jarang sekali Rian bercerita soal keluarga apalagi membawa mereka ke rumah orang tua Rian.
Menyukai sahabatnya sendiri, Revi, dan sering menjadikan Revi sebagai objek onani.

Bima Setyo Abadi
Anak tunggal dari pasangan yang sudah bercerai. Tinggal bersama ibunya. Kedua orang tuanya kaya, ibunya sendiri adalah pengusaha. Baik dan setia kawan juga rajin, walaupun belakangan menjadi pemalasan dan suka sekali berpetualang di dunia esek-esek.
Ada bakat playboy, di dukung oleh wajah tampan dan badan yang tegap. Sudah beberapa siswi di sekolahnya dia tiduri. Disukai diam-diam oleh Revi namun kurang menyenangi perempuan dengan jilbab.

Gusti Anggara
Kelahiran Jakarta, tinggal di Bandung dengan pamannya. Berniat masuk perguruan tinggi negeri di Bandung. Kekar, sawo matang, dengan mata tajam bagai elang. Minim pengalaman dengan perempuan, sampai SMA belum pernah pacaran, jujur dan tidak kenal takut.
Hobi basket dan tae kwon do, namun paling anti kekerasan. Keperjakaannya di ambil oleh Lidya, dan sejak saat itu dekat dengan Lidya. Anak ke lima dari tujuh bersaudara, mungkin alasan kenapa dia pindah ke Bandung gara-gara di rumahnya penuh. Berasal dari keluarga biasa saja, namun pamannya yang di Bandung lebih dari cukup untuk memberikan semua kebutuhan Gusti.

Saepudin
Preman di geng, dengan kulit sawo matang mengarah ke gosong, namun memiliki perawakan yang gagah. Menyukai perempuan tomboy, perokok aktif, kuat minum dan suplier film bokep dalam geng.
Orang tuanya sebetulnya mampu memberikan uang yang cukup untuk Udin, namun dia lebih suka mencari uang lebih sendiri. Bekerja weekend di perusahaan catering saudaranya untuk memenuhi keperluan pribadi dan mengandalkan Bima untuk makanan gratis.

Revi Revania Putri

Pujaan hati Rian. Cantik dengan jilbab yang selalu dipakainya. Tinggi badan sekitar 160 cm. Memiliki sepasang buah dada yang bulat dan padat, lumayan besar dan selalu terlihat membusung kencang.
Bagian tubuhnya yang menonjol selain buah dadanya ialah bibirnya. Seksi, merah dan sangat enak diliat. Suaranya pun sangat menggairahkan jika didengar, bahkan jika dia bicara pelan, sampai bisa membuat laki-laki terangsang. Sensitif dengan suara menggairahkan jika sedang terangsang, bahkan mantannya pernah sampai menutup mulut Revi untuk tidak bersuara ketika peting karena suaranya jelas dan merangsang.

Fathimah Ima Nurul Azka

Siswi paling cantik di kelas. Berkulit putih, keturunan china dari pihak ibunya. Menggunakan jilbab dalam keseharian, namun jilbab dan pakaian yang digunakannya tidak bisa menutupi kemolekan badannya. Memiliki ukuran buah dada yang pas, tidak besar dan tidak kecil.
Baik hati, lebih dewasa dari ke lima sahabatnya. Sedikit menyukai permainan kasar ketika main dengan pacarnya.

=================================

Intermezo B
Gusti dan Lidya

Gusti mengingat-ngingat kejadian tadi, ketika mereka baru saja sampai kamar kostan Lidya.
Gusti melucuti semua pakaian Lidya, kini Lidya tidak mengenakan sehelai benangpun. Terlihat badannya yang meliuk indah dengan kulit kuning langsat yang bersih. Rambut sebahunya tercium harum kala gusti menciumi telinga Lidya.

Malam ini keduanya memutuskan untuk tidur bersama di kostan Lidya. Tidak begitu jauh dari tempat Lidya bekerja, dan bukan kostan yang memiliki peraturan ketat dari para penyewa. Tadi siang Gusti dan Lidya berkeliling kota sampai malam ini, dan kini, mereka memutuskan untuk salking mengeskplorasi diri.
Ciuman Gusti merambat semakin turun, kini berada pada buah dada Lidya yang kanan, diciumnya dada Lidya dengan lembut, turun lagi ke perut Lidya yang rata, dijilatnya pusar Lidya dan dimainkannya lidah disitu.

Mmmmm, geli Gus.
Terus turun, ciuman Gusti bersarang di paha Lidya, dijitatinya paha yang mulus itu. Kemudian Gusti berdiri, dilumatnya bibir tipis Lidya, disedotnya bibir Lidya, kemudian dimainkan lidahnya.
Berhenti, Gusti memandang wajah Lidya, keduanya tersenyum. Malam ini kamu milik saya Lid. Gusti langsung mendorong Lidya ke tembok. Melumat bibirnya, sementara tidak henti kedua tangannya meremas kedua buah dada Lidya. Keras.
Aaaakkhhhh, pelan Gus, sakitttttt…. Namun Gusti tidak mempedulikan rintihan Lidya, kini jarinya memainkan kedua puting Lidya, memilinnya. Tidak puas, mulutnya kembali turun, menjilati puting Lidya, menyedotnya, lalu menggigitnya.
Guusssss ……. , ah ah, aaaaaahhhhh ….. Buah dada kanan Lidya masuk seluruhnya ke dalam mulut Gusti. Gusti benar-benar menikmati hal ini. Apalagi melihat wajah Lidya yang kesakitan namun menikmati.

Tangan kanan Gusti turun ke bawah, mengarah ke selangkangan Lidya, basah, jari-jari Gusti mencari klitoris Lidya, menggesekan jarinya dalam proses. Setelah ketemu, Gusti menggesekkan jarinya pada vagina Lidya, keras dan cepat.
Sssshhhhhh. ….. aaaaaaahhhhh, Gus, ah ah, enak Gus, ya, gitu, ah ah aaaahhhhhh… Tangan Gusti masuk ke dalam vagina Lidya, mengobel-ngobelnya, dan Gusti melakukan sesuatu yang baru pernah dia lakukan pertama kali, meniru dari film-film bokep yang sering dia tonton. Gusti mengangkat kaki kanan Lidya, menopangkannya pada kursi. Dan Gusti memompa vagina Lidya dengan dua jari yang dia masukan dalam vagina Lidya, semakin lama semakin keras, samapi terdengar kecipakan air vagina.

Gus, pelan, gilaaa, aaaahhhh, Gustiiiiii, keluar, keluar, aaahhhhhhh. Badan Lidya mengejang, membungkuk dan kedua tangannya memegan tangan kanan Gusti yang jemarinya asih berada dalam vagina Lidya.
Hah, hah, hah, lemes, enak banget Gus. Tapi jijik ah, itu lantai basah banget.
Yey, punya sapa tu coba yang basahin? Hehehehe Gusti kemudian membuka pakaiannya, dan menyodorkan penisnya ke Lidya. Tanpa diperintah, Lidya langsung bersimpuh di lantai. Memegang penis Gusti yang sudah mengeras, menjilatinya, tak lupa pelir Gusti dia basahi.
Namun rupanya Gusti tidak sabar, dipegangnya kepala Lidya, dan diarahkan mulutnya ke arah penis Gusti, memasukannya dan Gusti mulai mengentot mulut Lidya. Kedua tangannya meremasi rambut sebahu Lidya, terus memompa mulut Lidya, cepat dan dalam.

Heggg, pwweln Gwus. Namun Gusti terus memeompa penisnya, tanpa memberikan Lidya waktu untuk bernafas lega. Terus, terus dan terus. Gusti beberapa kali menekan pinggulnya ke kepala Lidya, menyebabkan penisnya masuk sampai ke tenggorokan Lidya, terus memompa sampai, Aaaaaarrrggh… Melenguh panjang, Gusti menyemprotkan spermanya ke dalam mulut Lidya menekankan lagi pinggulnya, mendiamkan penisnya beberapa saat dalam mulut Lidya, lalu beru mencabutnya.
Uhuk huk, aahhhh. Lidya terbatuk, meludahkan sebagian dari sperma Gusti dan berusaha untuk bersandar di tembok, namun Gusti rupanya belum selesai, alih-alih membiarkan Lidya beristirahat, Gusti mengangkat tuguh Lidya untuk berdiri, membalikan badannya ke arah tembok dan memeluknya dari belakang. Menciumi telinga Lidya juga lehernya dari belakang. Kemudian Gusti memposisikan tubuh Lidya agar menungging.

Pasrah, Lidya mengikuti apa keinginan Gusti, dia menungging, dengan kedua tangannya menempel pada tembok kamarnya. Gusti mulai menggesek-gesekan penisnya pada vagina Lidya, dan tanpa menunggu lebih lama lagi, dia mulai melesakkan penis itu ke dalam vagina Lidya.
Aahhh …. Ya, yang cepet Gus.
Kamu pengen saya gerak cepet sayang?
Ahm, iya, yang cepeeetttt, yang kerasss. Ya, kaya gitu say, hah hah hah, yaaaa, aaaaakkkhhh. Mendengar rintihan dan desahan Lidya membuat Gusti memompa vagina Lidya seperti kesetanan, tanpa henti, bertubi-tubi dan tanpa kenal lelah, keringat mereka berdua sudah bercucuran di lantai, dan mereka berdua sudah mengeluarkan suara dan desahan yang cukup keras.

Beruntung kostan Lidya bukanlah kostan dengan peratruan dan penghuni yang ketat. Suara seperti ini bagi para penghuni adalah hal yang biasa.
Gusti terus memompa vagina Lidya samapi tubuh Lidya menegang keras, Lidya sendiri berteriak cukup keras menikmati orgasmenya yang ke dua ini, kemudian lemas, dan tubuhnya terjatuh ke lantai. Untuk Gusti cepat tanggap dan menahannya. Mengangkatnya kembali, dan kali ini menekan tubuh Lidya hingga seluruh tubuhnya menempel pada tembok. Tangan kanan Gusti kembali mencari lubang kenikmatan Lidya, dan mengarahkan penisnya ke arah situ. Setelah ketemu, langsung tancap, Gusti memasukan penisnya ke dalam vagina Lidya.

Mmmmmppppp, ah, ah , ah .. aaahhh. Lidya kembali merintih, Gusti menekan pinggulnya sehingga penisnya yang besar itu masuk semakin dalam. Tangan kiri Gusti memainkan buah dada kiri Lidya, dan pada saat yang bersamaan tangan kanannya bergerak menuju anus Lidya, tanpa ijin, Gusti membenamkan jempolnya ke dalam anus Lidya.

Aaaaaakkkhhh, Gusti, ahhhh. Annnjrit, sakiiitttt, aaaaahhh. Lidya berusaha berontak, namun kemudian Gusti memeluk Lidya erat, dan melakukan pompaan lebih cepat lagi. Tubuh Lidya kembali dia buat menungging, Gusti kembali memompa Lidya dengan kecepatan tinggi. Cairan vagina Lidya sudah keluar banyak, membasahi penis Gusti dan lantai di mana mereka bercinta. Jempol kanan Gusti masih berada di dalam anus Lidya, namun kini Gusti mulai memaju mundurkannya, sakit, Lidya mulai meringis, tampak air mata keluar dari ujung matanya yang indah, namun Gusti seakan tak peduli, dia tetap memompa penisnya dan tetap menekankan jempolnya pada anus Lidya.

Permainan itu berlangsung bebepa saat, samapi Lidya kembali menegang, orgasme kembali melanda, kali ini lebih dahsyat dari yang sebelumnya, Aaaaaahhhhhhhhhhhhhhh, anjrrit, enak Gus, ahhhh, mainin anus Lidya terus, ah, yaaaa, aaahhhhhhhhhhhhhhhhh.
Tak lama setelah Lidya mendapatkan orgasmenya, nafas Gusti tertahan, menakankan pinggulnya sekali samapi penisnya masuk dalam pada kemaluan Lidya hanya untuk mencabutnya, dan menyimpannya diantara pantat Lidya. Spermanya muncrat membasahi pantat dan punggung Lidya.
Nafas mereka terdengar ngos-ngosan. Lidya masih bertopang pada tembok, namun itu tidak lama. Gusti menarik badan Lidya ke arah kasur. Kemudian menidurkannya.

=============================

Ketika Gusti mengingat kembali bagaimana akhirnya dia bisa memerawani pantat Lidya, disebelahnya Lidya menggeliat, terbangun, Lidya bertanya Belum tidur?
Ada mkhluk cantik di sebelah, mana bisa tidur, pengennya si terus dinikmati.
Gelo, kuat eman?
Nah itu dia, gak kuat. Tar, tunggu sejam, baru kita maen lagi.
Parah, habis deh ini memek ama pantat.

=============================
Akhir dari BAB II, Perasaan.

Author: 

Related Posts