Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 8

Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 8by adminon.Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 8The Bastian’s Holiday – Part 8 Kunikmati kopi dipagi hari, memandang langit yang terlihat membiru seolah tak memberi tanda bahwa siang ini akan hujan. Perfect, sempurna itulah harapan yang aku buata untuk memulai hari ini. Aku tidak tahu hari ini akan terjadi apa. Kuyakinkan saja dalam diri bahwa hari ini akan menjadi indah, kuyakinkan diri […]

tumblr_nb335aObfY1ri2b44o2_540 tumblr_nqnrz4eP9E1u0zpsgo5_1280 tumblr_nqnrz4eP9E1u0zpsgo7_1280The Bastian’s Holiday – Part 8

Kunikmati kopi dipagi hari, memandang langit yang terlihat membiru seolah
tak memberi tanda bahwa siang ini akan hujan.
Perfect, sempurna itulah harapan yang aku buata untuk memulai hari ini.
Aku tidak tahu hari ini akan terjadi apa.
Kuyakinkan saja dalam diri bahwa hari ini akan menjadi indah,
kuyakinkan diri bahwa hari ini akan menjadi hari yang bersejarah,
Kuyakinkan diri Hari ini sebagai hari terbaikku diantara yang terbaik.
Semua yang terjadi akan ku jalani dengan sepenuh hati

Act I
THE SEEDS OF LOVE

Pagi ini pukul enam mama dan papa sudah siap untuk berangkat kerja. Mereka memang selalu berangkat lebih pagi agar tidak terjebak kemajetan di jalanan Ibu Kota. Sebelum berangkat mengajak aku dan Mbak Icha untuk bersarapan. Entah kenapa pagi ini papa tidak mengeluarkan joke andalanya. Dia terlihat buru buru untuk segera menyelesaikan sarapannya. Lalu lima belas menit kemudian, papa dan mama meninggalkan meja makan untuk menyiapkan diri sebelum berangkat. Pagi ini dan seperti hari hari lainnya mama mengenakan setelan jilbab putih dan kemeja putih yang dipadu dengan blazer abu abu tua. Mama memang mengenakan Jilbab ketika ia pergi mengajar. Mungki itulah penyebab aku begitu sedikit menyukai Tante Ocha ketika Berjilbab, karena begitu mengingatkanku akan Hamah.

Tak lama papa dan mama telah siap. Mama menunggu diteras depan sementara papa dan Mang Ujang sedang menyiapkan mobil. Biasanya mereka berdua menggendarai mobil sendiri sendiri. Namun karena hari ini aku meminjam Mobil mama untuk mengantar Mba Icha, akhirnya mereka berangkat bersama. Aku dan mbak Ichapun ikut mengantar kedepan.

“Bas, Papa Mama berangkat dulu yah, nanti kalau kamu mau makan atau mau ngapain minta aja ke Habibah yah..” Kata mama

“Haah Habibah siapa Mah?” Tanyaku bingung.

“Oh iya mama belum kasih tahu kamu ya kalau kita punya pembantu baru. Jadi Bi Minah itu kan 3 bulan yang lalu berhenti kerja katanya mau ngurus anaknya di Kampung. Ya sudah akhirnya mama nyari pembantu baru deh.” Jelas Mama.

“Oh gituu” Sahutku singkat.

“Biasanya dari pagi sudah dateng, tapi semalam ngabarin datengnya agak telat.Pokoknya kalau perlu apa apa minta tolong aja yah ke Habibah, soalnya mama sama papa pulang agak maleman, ada undangan ke Bogor nanti sore.” Tambah Mama.

“Siaap Maah.”

“Oph yaa Marissa, Tante berangkat yaah sayang.” Sahut mama.

“Oh Iya Tante hati hati hati yah dijalan. Terus Marissa sekalian pamit yah Tante”

“Loh memang kamu sudah mau pulang?”

“Endak sih Tan, nanti sore saya mau ke Bandung ada urusan kerjaan sih. Makanya sekarang sekalian pamit daripada nanti gak sempat”

“Makasih Yah Tante, saya sudah disambut dengan hangat oleh keluarga Tante” Lanjut Mba Icha.

“Oh Begitu, Tante juga Makasih loh kamu sudah mau main ke rumahnya Bastian, yah walaupun tante gak sempat ngasih apa apa”

“Gak perlu Tante, saya sudah disambut baik saja sudah senang banget.” Jawab Mba icha dengan senyuman.

Lalu Setelah itu papa menghampiri kami bertiga.

“Oh ya pa ini Marissa mau Pamit”

“Ohh, Marissa mau pulang toh, Om pikir bakal lama nginap disini” jawab papa.

“Enggak Om mau ada urusan di Bandung”

“Ohh gitu”

“Oh iya Om, makasih yah pemberian Kameranya tadi.”

“Iya sama sama, malah Om senang kalau kamera itu ada yang make, dari pada cuma disimpan kan.

Lalu kucium tangan papa dan mama sebagai penghantar mereka berangkat kerja. Mba Icha juga juga mencium tangan papa dan Mama lalu ia berpelukan dengan mama seraya mengucapkan terimakasih atas sambutan Mama yang begitu hangat.Kami mengantar Mama dan papa menuju mobil, Lalu merekapun segera berangkat menuju tempat kerja masing masing. Kami berdua sempat melambaikan tangan kearah mereka.

Setelah Mobil yang disupiri Mang Ujang berjalan, si pengganggu kecil tiba tiba datang dengan suara melengkingnya yang khas.

“Kaaaakk Bastiaaan,” Seru Melly sambil berjalan cepat menghampiri kami.

“Heeeh, ni anaak pagi pagi udah bikin kuping panas aja”

“Yeee Biaarin, Eh Kak jadi ini pacarnya kak Bastian Itu”

“Heeh, kata siapa kamu, ?” Tanyaku.

“Kata Mama, Eh Kak kenalin aku Melly” sahut Melly menjulurkan tangan kepada Mba Icha”

“Ichaa…, kamu yang semalem digangguin sama Bastian yah?”

“Hmmmmmm, itu tuh semalem Kak Bastian jahil banget pake gangguin Melly, tapi aku juga mau terimakasih nih sama Kak Bas.”

“Memang kenapa dek?”

“Semalam, Bobby nembak aku dong, pasti kak Bastian yang suruh kan” kata Melly sedikit lirih.

“Berarti Kalian sudah jadian dong” Seruku.

“Stttt, jangan kenceng kenceng nanti mama denger kan gawat.”

“Ophh iyaaaa, berarti Tos dulu dong” sahutku sambil. Bertepuk tangan dengan si Melly.

“Eh Kak Ichaa itu Model yah Kak?”Tanya Melly kepada Mba Icha.

“Iya sayang, kenapa kamu mau jadi model juga?” Mba Icha balik bertanya.

“Pengeen sih kak, Tapi Melly juga kepengen daftar audisi JKT48 nanti”

“Weeh seriusan kamu Melly, memang kamu bisa nyanyi?”

yee Jangan salah kak, gini gini Melly pernah juara nyanyi lohh Katanya dengan bangga.

Ohh ya, yaudah kakak doain ya supaya Audisinya nanti lolos, Tapi kalau nanti Melly lolos kakak orang pertama yang dapetin tanda tangannya yah

Makasih kakk, itu mah beres deh jawabnya semangat.

memang tanggal berapa audisi JKT48 dibuka? tanyaku lagi.

Tanggal 14 Februari besok ngepas sama Valentine Day jawabnya

Oh masih seminggu lagi yah, masih ada waktu lah buat persiapan, pokoknya yakin aja dulu, mau nanti lolos atau enggaknya mah belakangan. Kataku sedikit ngasih nasehat.

Lalu saat aku Mba Icha dan si Melly sedang asik mengobrol, Mba Melanie keluar rumah bersama si Bryan yang sudah rapi dengan seragam SDnya. Lalu Mba Melanie dan Bryan segera menghampiri kami.

Duh aduh, sedang ngobrol apa nih, asik betul sepertinyaTanya Mba Melanie sembari jalan

Ah mamah pengen tahu aja, ini kan obrolan anak muda kata Melly sambil menggelembungkan pipinya.

Loh mama kamu ini masih muda loh sayang sahut Mba Melanie

Hai, pagi Mba Sapaku

Pagi juga Bastian Jawab Mba Melani kemudian ia memalingkan wajahnya kea rah mba Icha dan tersenyum.

Oh iya Mba, kenalin ini temenku dari jogja kataku memperkenalkan Mba Icha

Marissa kata Mba Icha seraya menjabat tangan Mba Melanie

Melanie, jadi ini yah Pacar kamu Bas? Sagut Mba Melanie membuat pagi ini menjadi kaku kembali

Ehhh, bukan kok Mba, Cuma temen aja jawabku

Temen apa temen, sampai dibawa kerumah berarti kan kalian sudah pacaran dong Tanya Mba Melanie memastikan

Iya mah bener, Kak Icha sama Kak Bastian emang udah pacaran kok Melly menyambar

Ah ini lagi anak kecil ikut ikutan ajaa deh balasku

hahaha, ya sudah sudah, Mba Cuma Becanda kok, kalau gitu Mba tinggal dulu yah ni mau nganterin Melly dan Bryan sekolah

Loh jadi Mba juga yang nganterin? tanyaku

Lah ya siapa lagi, sekolah Melly ini kan cukup jauh dari sini, kalau suruh naik angkot kan kasihan juga, lagian mba Masih kuat kok walau kondisi kaya gini jawabnya

Setelah itu Mba Melanie beserta kedua anaknya masuk mobil dan bergegas mengantar kesekolah. Aku melambaikan tanganku dan mengucapkan hati hati kepada Mba Melanie. Melihat apa yang dilakukan Mba Melanie, membuatku sedikit tersentuh. Dalam kondisinya yang sedang hamil ia masih mampu untuk mengantarkan kedua anaknya ke sekolah seorang diri. Dengan kondisi seperti itu pasti memerlukan tenaga lebih, dan bias saja bila ia terlalu lelah akan berakibat buruk kepada janin dikandunganya. Tetapi demi memastikan anaknya selamat. Ia rela melakukan itu semua. Itulah seorang Ibu, perhatian dan kasih sayangnya tidak mengenal batasan.Demi anak apapun akan dilakukan oleh seorang Ibu.

Setelah Mba Melanie meninggalkan kami, aku dan Mba Icha masuk kedalam rumah lagi. Setelah masuk kututup pintu depan dan juga menguncinya. Mba Icha berjalan mendahuluiku. Lalu ia membelokan langkah kakinya menuju ruang keluarga lalu ia menyandarkan bokongnya di ujung sofa. Pagi ini Mba Icha mengenakan pakaian yang cukup santai. Legging bermotif jin begitu aku menyebutnya, yang dipadukan dengan kaos warna abu muda. Mba Icha memandangku…

Ternyata gak Cuma bokap lu yah bas yang nyangka kita pacaran

Baru nginep dua hari dirumah lo aja ,tetangga lo dah nyangka gue ini pacar lo. Gimana kalau gue nginep disini seminggu yah. Pasti satu kompleks akan bilang hal yang sama. Tanya dia

Hehehe, mungkin itu merupakan Tanda kali Mba Jawabku apa adanya

tanda apaan, kalau kita Jodoh gitu, sampe orang orang punya feeling yang sama Tanya dia

Yahh kali ajaa Jawabku bermaksud bercanda.

Hmmm itu mah Elunya aja yang ngarep katanya sambil menyilangkan tangannya didepan dada.

Looh bisa aja toh, kan kita gak tahu. Lagian aku kan cowo normal yang masih suka cewe, emang Mba Icha yang Lesbian Jawabku ngeles

Rese lo yah, ngeledek gue lagi Katan Mba Icha sambil mencoba mengejarku

Akupun langsung menghindar dari kejaranya. Aku tahu maksudnya, ia pasti hendak mengelitiku sampai terpingkal pingkal. Aku sudah tahu tabiat Mba Icha yang satu itu. Aku memutari meja yang ada di ruang keluarga, dan Mba Icha terus berusaha mengejarku. Ia terus berteriak agar aku menghampirinya, tentu saja aku tidak mau itu sama saja menyerahkan diri. Akupun terus menghindar sampai tidak sadar kakiku tersandung karpet yang ada dibawah sofa. Tubuhku langsung terhunus kearah sofa panjang. Lalu dengan spontan aku pegang lengan mba Icha hingga ia ikut tertarik kearahku. Kemudian tubuhku jatuh diatas sofa begitu juga dengan mba Icha yang kini ada diatas tubuhku.

Kami sejenak terdiam, lalu beberapa detik kemudian kami saling tertawa terbahak bahak menertawai tindakan kami yang seperti anak kecil barusan. Dalam posisi tubuh mba Icha yang berada diatas tubuhku membuat suasana tiba tiba berubah menjadi sedikit tidak nyaman. Kami saling terdiam lagi. Kami hanya saling memandang satu sama lain. Tanpa senyum dan tanpa kata kata. Seolah dari bibir kami ada sebuah kalimat yang hendak kami lontarkan. Namun entah kenapa tak ada satupun diantara kami yang mau melontarkannya lebih dulu. Lalu aku mencoba untuk mengucapkan sebuah kalimat.

Sory Mbak, tadi reflek narik tangan Mba Icha, Mba gak kenapa kenapa kan? Tanyaku membuka keheningan ini.

enggak apa apa kok Lalu Mba Icha kembali membisu

Didalam kebisuannya, kupandang lagi wajahnya dan kini kuberanikan diri untuk menciumnya terlebih dahulu.

“Ihh nyium nyiumm nakal yah” kata mba Icha sambil menghindar dari ciumanku

“Mba gimana kalau ternyata kita memang beneran jodoh?”
“gimana kalau ternyata aku suka sama kamu beneran?” Tanyaku yang membuat Mba Icha terdiam lalu ia bangkit dari atas tubuhku.

Ia menyandarkan tubuhnya kebelakang dan aku melakukan hal yang sama. lalu dengan perlahan mba Icha membuka bibirnya.

“Bas, jawab dengan jujur, Selama ini Lo nganggep gue apaan?” Tanya Mba Icha sedikit serius

Mba Icha, aku jujur nih yah, sejak aku pertama kali ke Jogja, cewek yang aku temui pertama kali adalah Mba Icha, dan ketika tahu Mba Icha itu bakal satu kosn sama aku, aku seneng banget , siapa sih yang gak seneng sekosan sama cewek yang cantiknya kaya Mba, baiknya kaya Mba, dan seperti yang aku bilang tadi, aku cowo normal mba. Sebelum aku menjalin hubungan bersama Tante Ocha, sebelum aku tahu kalau Mba itu Lesbian, yaa aku pernah suka sama Mba

Tetapi pada saat itu yah aku anggap rasa sukaku kepada Mba Icha itu yah hanya sekedar rasa kagum aku sama mba, gak lebih Jelasku

“Tapi sejak kita berdua jadi semakin dekat, semenjak waktu kita ML aku merasakan perasaan yang beda Mba, terlebih lagi setelah kejadian itu, sikap Mba Icha kepadaku sedikit beda jadi aku menganggap kalau Mba Icha….” belum sempat aku utarakan Mba Icha memotong pembicaraanku

Nah itulah Bas, yang dari kemarin kemarin gue pikirin.

Kita dah ML tiga kali Bas, dan kita ngelakuin itu atas dasar suka sama suka, dan gue juga mulai terbiasa dan menikmati ketika saat saat kita itu. Lo sadar kan beberapa hari ini sikap gue ke lo agak beda? Ya itu semua karena itu Bas, gue gak kepengen gara gara kita ML terus tumbuh rasa cinta diantara kita berdua.

Tapi bukan berarti aku melarang kamu mencintai aku Bas, itu hak kamu, tapi yang perlu kamu tahu, walaupun sekarang aku sudah kembali menyerahkan tubuhku kepada cowo, tapi aku belum bisa untuk membuka hatiku ini untuk kehadiran cowok, aku masih belum berani untuk menerima Cinta Bas

Aku hargain semua keputusan mba, karena itu adalah perasaan Mba sendiri, mba yang menjalanin

“Maaf atas kelancangan aku ngomong kaya tadi. Aku gak bermaksud…”

“Stttt, udah yang penting kita dah sama sama tahu, makasih kamu mau mengerti”

Atas semua yang telah kami bincangkan, secara tidak langsung kami telah menyepakati sesuatu hal. Kami sepakat bahwa hubungan yang kami jalani ini hanya sebatas hubungan sexual saja. Tanpa Cinta dan tanpa Kasih. Hanya suatu hubungan saling melengkapi dan menyempurnakan hidup masing masing. Karena suatu perjalanan Cinta tidak akan mulus tanpa ada keiklasan dan kemauan bagi mereka yang menjalankan.

Maaf yah Bas, aku belum bisa jatuh cinta lagi, lebih tepatnya aku masih takut

Iya Mbaa.. Tapi kita tetep berteman kan?

Yahh jelas dong Yayaang, kamu bukan Cuma temen aku, kamu itu udah aku anggep adik aku sendiri, dari dulu juga aku nganggep gitu kan. Jawabnya sambil menaruh lengannya diatas pundakku

Hmmm, Tapi Aku masih boleh kan ML sama Mba Icha lagi? Tanyaku genit

Boleh kok, kamu boleh ML sama aku lagi jawabnya sambil mengkerningkan matanya

Loh kok sekarang ngomongnya jadi Aku Kamu sih Mba? tanyaku

Emang kenape nggak boleh terserah gue lah jawabnya sedikit ketus

yah kan jagi gue gue lagi, enakan pas Mba ngomong aku kamu ahh lebih kelihatan dewasa

Masa sih Kata dia sambil menaruh jarinya di perutku

Serius lah

Oh yaah, nihh rasaaain

Mba Icha langsung menggelitiki perutku dengan jemarinya. Sontak membuatku terpingkal dan tertawa terbahak bahak. Bahkan Mba Icha mendorong tubuhku hingga kuterlentang diatas sofa. Lalu ia kembali menggelitikku, ia terlihat puas melakukan hal itu semua. Lalu akhirnya ia berhenti melakukan itu kini tubuh begian bawahnya semakin ia turunkan hingga bagian selangkanganya mulai menempel dipenisku yang kini sudah mulai bereaksi. Kurasa ia mulai menggesek gesek selangkangannya diatas penisku. Lalu ia tersenyum panjang dan matanya tepat tertuju padaku.

Bas, kamu suka gak ML sama Aku

Pertanyaannya membuat buyar semua lamunanku akan apa yang bakal terjadi sesaat lagi. Tubuhku tiba tiba saja menjadi lemas seperti melayang keudara. Lalu ia kembali bertanya

Heh ditanyai Kakak kok gak jawab, suka gak ML sama akuTanya dia lagi dengan wajah garang namun sangat menggoda

Hmm, Suka lah Mbak

Beneeran? Tanya dia memastikan

Be neeraan

Kook jawabnya kayak gak yakin sih

Ihh nihh Orang gak percayaan banget sih

Heeh, sama kakak sendiri kok ngomongnya kayak gitu sihh hhh

Hehe, iya iyaa, Bastian Wiguna suka kok kalau ML sama Marissa Agustina, Terus Marissa suka juga gak ML sama Bastian Tanyaku seraya tangan mulai meraba payudara Mba Icha yang ternyata tidak mengenakan pakaian dalam.

Marissa Agustina suka kok ML sama Bastian Wiguna, Tapi Bastian lebih suka ML sama Marissa atau sama Tante Ocha atau sama, Tante Elin, Eva, Mba Natasha, terus sama Zaskia Gothic atau sama Tante…..

Sebelum Mba Icha terus mengoceh dan menyebut satu persatu wanita yang pernah aku setubuhi, kutarik saja leher mba Icha kebawah dan langsung kupagut bibirnya. Mba Icha langsung menyambut bibirku, posisinya yang diatas membuatnya lebih dominan dalam mengambil peran. Ia terus memasukan lidahnya kedalam rongga mulutku, lalu lidah kami berdua kini saling melilit dan ia terus menghisap dan mengigit bibir serta lidahku.

Dalam hitungan detik Mba Icha berubah menjadi lebih Agresif lagi seperti yang ia perlihatkan tadi Subuh. Ia menekan nekan sendiri pinggulnya, ia goyangkan pantetnya memutar hingga penisku kini sudah tepat berada digundukan daging yang diapit kedua pahanya. Walau celana kami masih menghalangi, namun aku dapat merasakan bahwa didalam sana Mba Icha sudah tidak mengenakan celana dalam. Bahan celana Legging yang ia kenakan cukup tipis hingga aku dapat merasakan gesture vaginannya yang berbulu lebat itu.

Slruuuuupppll

Leeeellllll leeelllllllll

Ahhhhhhh

Sttttttttt

Sambil terus berciuman dengan Mba Icha, aku membalik tubuhnya hingga kini ia dibawah. Saat itu juga tanganku langsung menyerodok masuk dari bawah kaos yang ia kenakan. Lalu perlahan kaosnya mulai kusingsingkan keatas, Bibir basah akibat pertukaran air liur antara aku dan mba Icha kupindahkan pada Puting Mba Icha yang mulai mengeras. Kuhisap dan ku pilin lembut dengan lidahku. Sesekali aku juga memberikan gigitan kecil pada putingnya secara bergantian. Mba Icha terus meremas rambutku sementara tanganya yang lain menekan pinggulku agar terus menekan nekan vaginanya. Lalu aku gerakan saja pinggulku seperti ketika mengocok memek. Ia sedikit mengerang dan mendesah akan rasa yang ia dapatkan.

Hampir 10 menit kami melakukan itu. Tanpa kita sadari kita telah melakukanya didalam ruang keluarga rumahku. Tapi bagai kabut yang menutupi pegunungan, kami sudah tidak ingat kami ada dimana, yang kami tahu kami sudah berada dijalan menuju surge kenikmatan dunia. Mba Icha melingkarkan Kakinya di pinggulku dan tanganya terus mencakar cakar pundaku yang sudah tak terlindungi oleh kain. Entah kapan dan entah siapa melepasnya, yang jelas kami berdua sudah mabuk dalam asmara yang sudah kami sulut berdua dengan api birahi.

baaasssss

ahhh, iyaaaa Mbaaaa

Udaah duluu dehhh

Kenapaaa Mbaaa, mau pindah ke kamar ajaa?

Bukaaan gituuu, itu didepan ada yang ngetok ngetok Pintu

TOK TOK TOK TOK

Assalamu Alaikum…

Maas Bastiaan,

Sial siapa sih yang ngetok ngetok pintu mengganggu saja. Akhirnya Forplay kami terhenti karena seseorang tengah mengetuk pintu rumahku. Aku tidak tahu itu siapa yang jelas orang itu teah mengganggu permainan yang tengah aku dan Mba Icha nikmati. Lalu dengan sedikit rasa jengkel aku bangkit dari atas tubuh Mba Icha, kukenakan lagi Kaos ku lagi. Mba Icha pun bergegas menutup tubuhnya. Lalu aku berjalan kedepan untuk melihat siapa yang datang

Iyaa Sebeentaarr

Aku berteriak kepada orang yang berada dibalik pintu. Orang yang telah menggagalkan permainanku Pagi ini. Lalu kuputar kunci dari kenopnya dan kutarik gagang pintu kebawah. Pintu kubuka dan kulihat didepan berdiri seorang Wanita dengan rambut lurus sebahu. Ia mengenakan setelan baju dengan Celemek di dadanya. Kupandangi Wanita itu dari atas kebawah, aku tidak kenal siapa dia.

Ini Aden Bastian yah?

Iya Bener, Mba Sendiri siapa?

Saya Habibah Den……

Author: 

Related Posts