Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 11

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 11by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 11Berbagi Suami Bule – Part 11 A POWER TO THIS DAY ADVENTURES By : Marucil Spoiler for A Power For This Day Adventures: Hari ini aku bangun cukup siang karena semalam ada pertandingan Sepakbola dari klub faforitku. Kutengok jam didinding sudah menunjuk pukul 11 siang. Kuterima sms dari tante Ocha untuk mampir dulu ke Butik […]

multixnxx-Teen, Black hair, Asian, Socks, Anal, Clos-5 multixnxx-Teen, Black hair, Asian, Socks, Anal, Clos-7 multixnxx-Teen, Black hair, Asian, Socks, Anal, Clos-8Berbagi Suami Bule – Part 11

A POWER TO THIS DAY ADVENTURES
By : Marucil

Spoiler for A Power For This Day Adventures:

Hari ini aku bangun cukup siang karena semalam ada pertandingan Sepakbola dari klub faforitku. Kutengok jam didinding sudah menunjuk pukul 11 siang. Kuterima sms dari tante Ocha untuk mampir dulu ke Butik sebelum aku bertemu dengan Tante Elin, karena memang aku belum tahu di Hotel mana dia menginap. Aku langsung menuju kamar mandi dan mengisi bak air, tetapi rasanya akan sangat nikmat untuk menikmati segelas kopi hitam terlebih dahulu, Maka aku memutuskan untuk membuat kopi terlebih dahulu. Aku keluar kamar dengan hanya mengenakan Boxer dan melilitkan handuk dileherku. Suasana kosn Blue Heaven sangatlah sepi karena memang hamper semua penghuni sudah pulang ke kota asal. Mas Anji dan Mba Marisa jelas sudah berangkat kerja. Eva mungkin sudah keluar karena katanya hari ini dia ada janji dengan seseorang yang sudah membookingnya. Aku lantas menuju Dapur dan lekas memasak air di kompor, kusiapkan Gelas dan menakar kopi dan gula sesuai takaran kesukaanku.

TEKLAK TEKLEK TEKLAK TEKLEK

Suara tepakan sepatu Highiels menggema dari arah tangga. Ternyata masih ada manusia dibangunan ini. Suara tepakan itu semakin mendekat dan ternyata itu adalah Eva rupanya dia belum berangkat,lalu dia berhenti didepan pintu dapur dan menyapaku dengan hangat.
Hallo Ganteng, jam segini baru bangun ck ck ck ck Sapanya sambil sedikit menyindirku. Haloo juga cantik, iya nih habis semalam ada bola sih, habis itu main game ampe subuh yah udah deh jam segini baru bangun Jawabku menjelaskan. Dasar lo manusia kalong, setiap hari begadang apa gak cape. Yahhh mau gimana lagi habis dah kebiasaan sih, eh kamu mau sekalian aku bikini minuman gak?. Boleh deh, teh aja deh kalau gak keberatan. Yah enggak lah, kan aku yang nawarin, bentar yah
Eva berdiri disampingku ketika aku membuatkan secangkir teh untuknya. Dia terus menatapku tajam yang membuatku sedikit kikuk dibuatnya. Walau kami sudah lama kenal, dan kami pernah berhubungan badan senyumanya ternyata masih membuatku gerogi saja. Sesekali aku membalas senyumnya walau yang kuberikan senyum kecut dengan dahi yang aku kerningkan.
Nihh tehnya Makasih yah mas ganteng. Ahhhh bisa aja kamu, aku gak seganteng yang kamu kira kok
Setelah itu kami berjalan keluar dari Dapur. Kami berjalan menuju ruang tengah dengan menenteng gelas masing masing. Dengan dandanan lengkap seperti ini Eva ternyata membuatku minder dengan hak tingginya membuatku semakin terlihat pendek. Eva menyadari kalau aku merasa minder dengan tinggi badanya, dia hanya senyum senyum saja sembari terus menatapku. Siang ini Eva berpenampilan sempurna dan sangat terlihat cantik. Dengan setelan mini Dress biru denga belahan dada agak longgar yang membuat payudaranya terlihat sedikit menyembul.
Kenapa sih senyum senyum aja dari tadi, ngeledek yah aku jadi kelihatan pendek disamping kamu Protesku kepadanya.
yaelaaahh, sensi amat si lo, emang kaga boleh ye gue senyum. Hmmm tapi emang lo kelihatan Pendek Banget sih hihihi Jawabnya yang dtambah dengan ledekan ringan
Tuh kan emang niat ngeledek kan kamu.
yaaa biarpun pendek ka nasal ganteng, hihihi, yah udah duduk aja deh biar lo gak ngerasa pendek

Kamipun duduk disofa, gelas minuman kamipun kami letakan dimeja. Lalu kami sejenak mengobrol dengan bahasan seadanya.

Kok kamu dandanya All Out banget sih Va, kaya mau ketemu artis aja
wooo iya donk, gue kalau dandanan kayak begini khusus buat yang ngebayar gue lebih dari Dua juta, kalau dibawah itu mah gue dandan biasa aja. Apalagi kalau dibawah satu juga gak bakal dandan gue jawab eva sedikit menyombong.
Gimana cantik kagak gue? tanyanya lagi.
Dasar pilih pilih pelanggan kamu, harusnya disama ratakan dong untuk kepuasan pelanggan
Hmmmm enak aja, ada harga ada rupa dong
Iya deh, High Class soalnya sih ya
Betul bangett ituu Jawabnya sambil menyeruput the hangat yang telah aku buat.

Lah ini kok bawa tas gede juga sih, mang isinya apaan?
Ini, isinya baju, soalnya kata Om Hen bakalan nginep juga, dia bilang mau bayar gue buat seharian penuh sampe besok, ya makanya gue bawa baju ganti juga

Ohhh namanya Om Hen, orang cina yah. Emang nginep dimana nanti? . Wooow berarti butuh tenaga extra dong buat nanti
Kayaknya sih, dilihat dari potonya juga sipit sipit gitu. Belum tahu nih nunggu kabar dari dianya, soalnya dia juga baru nyampe dari Semarang.jawab Eva
Iya nih, malah kata dia bakal ngajakin Thresome juga makin makin deh
Lahh kok kamu mau diajakin Threesome juga? Tanyaku penasaran
Kalau bayarannya oke mah kenapa enggak, yang penting duitnya basss, kan lumayan buat bayar semesteran ntr. Nanti lu gue traktir deh
Asikkk, aku tagih yah
Pastii itu.

Setelah itu sembari menghabiskan minuman, kami bercanda dan terus mengobrol. Kami juga merencanakan hendak liburan bersama ketika Di Jakarta nanti. Eva membakar rokok dan memberikanya juga kepadaku. Kami makin asyik berbincang sampai aku lupa aku sebenarnya mau mandi dan terlebih aku sudah mengisi bak air. Pasti Tante Ocha sudah bertanya Tanya kenapa aku lama sekali gak dating dating ke Butiknya.

Ehh, Bastan gue mau nanya?
Iya kenapa balasku sigap
Ehhhhh, Eloo cerita yah ke Tante Ocha kalau waktu itu kita ML?Pertanyaan ini sejenak mengagetkanku dan membuatku sejenak terdiam
Kok kaaamu, tahu.
Iyaa, Tante Ocha cerita sama gue semalem

Hmmmmmm, ehhhh, Maaf ya Va, aku terpaksa cerita ke Tante Ocha. Sebenernya aku dah mau rahasiain ini ke dia. Tapi waktu malam itu gak tahu kenapa Tante ngajak aku ngobrol serius yang membuat aku untuk terbuka sama dia, dan akhirnya aku memutuskan untuk kasih tahu dia kalau kita berdua ML. Sungguh Va aku minta maaf Jawabku menjelaskan. Eva hanya membalas dengan senyum.
Gak apa apa kok, lagian Tante Ocha juga ternyata gak marah, ternyata dia Cuma ngepastiin aja lo bener gak Ml am ague
Terus Balasku penasaran.
Yaaaa, terus dia malah ngebolehin kalau kita mau ML lagiJawab Eva
Seriuss. Eva hanya mengangguk mengiyakaan

Asyiiikk
yeee malah kesenengen lo
Iya doonkkk timpalku dengan senyum lebar

Lo jadi cowok beruntung banget yah, bisa naklukin cewe,mesti cowo cowo lain kalau tahu pada ngiri ama elu. Elu pake pellet yaa Ledek Eva
Enaaak ajaa, emang aku cowok apaan? Pendek pendek gini aku ini mempesonaa HAhahahaha
Iyaa deh elu sangaaat mempesonaa, Ehh ngomong2 gue baru nyadar yah ternyata badan lu mulai agak bidang, beda banget ama waktu lu pertama kesini kurus ceking
hehehe, iya sekarang aku mulai Fitnes, habis Tante Ocha maksa aku terus sih buat Fitnes, yahh mau gak mau deh. Tapi enak sih tempat Fitnesnya banyak tante tante yang aerobik
Uuuuhhhh dasaaar genitttt Cute nihh (Cubit Tetek) Timpal Eva sambil mencubit dan sedikit menarik putingku. Addaaaaaw, sakitt tahuu Protesku

Sambil terus mencubit putingku Eva menatapku dengan mata yang sangat sayu, matanya yang berbinar binar membuat Juniorku sedikit berdesir. Ditambah efek bangun tidurku yang belum pulih. Eva jelas menyadarinya karena aku hanya mengenakan Boxer abu abu saja tanpa mengenakan celana dalam.
Evapun perlahan mengurangi tekanan pada putingku dan mulai berbisik ditelingaku.

Ternyataaahh ngobrol ama gue bisa buat elu ngaceeeng yaaaahhh Baaas Bisiknya dengan penuh godaaan.
Apaaan sihh Vaa, enak ajaa kamu bilang aku ngaceng Aku mencoba membela diri.
Dia kaga ngaku, tapi yang dibawah dari tadi berdenyut terus tuhhh Goda Eva sambil menyingkap celana Boxerku.
Kalau bukan ngaceng, lalu ini apaan dong Goda Eva lagi sabil menggeggam lembut Penisku dengan jemarinya.
Ohhh iyaaa, kaaan ngaceng sedikit gak apa apa donk Jawabku malu malu.
Yah, ngaceng banyak juga gak apa2, kan masih ad ague yang bisa nenanginnya lagi. Tanpa member aku kesempatan untuk menjawab, Eva sudah mengelus elus lembut Penisku, lalu ia memberikan sedikit remasan lembut yang membuat penisku semakin mengeras. Ketika Penisku sudah mulai tegang sepenuhnya Eva memberikan sedikit kecepatan dan semakin erat menggenggam Penisku, lalu ia mulai mengocoknya dengan perlahan. Eva mendorong meja didepan kamu dan pindah berjongkok dihadapanku. Eva berjongkok tepat didalam kakiku, kedua sikunya ia tangkringkan diatas Pahaku. Tanganya tetap asik menggenggam dan mengocok penisku sedang tangan satunya berusaha meloloskan Celana Boxerku agar dia merasa leluasa. Eva memintaku untuk menaikan kedua kakiku diatas Sofa dan sedikit menyondorkan posisi duduku, sehingga kini kedua pahaku dapat terbuka dengan lebar. Eva sedikit menggengam penisku dan membiarkan ujung kepala jamurnya, lalu ia kecup Kepala penisku dan ia tersenyum manis kepadaku yang seolah member isyarat bahwa ia akan mengulum penisku.

Bibirnya yang agak tebal ia basahi sendiri dengan lidahnya, lalu Eva menjulurkan cukup panjang lidahnya kemudian mulai menjilati batang penisku. Ahhhh Aku sedikit melenguh menerima jilatan awal dari mulut manis Eva. Eva lalu menjilati penisku dengan berulang ulang, ia menjilatinya seperti layaknya anak kecil yang tengah menikmati es krim faforitnya. Tanganya mulai disibukan dengan mengocok pangkal penisku dan satunya mulai meraba dan sedikit meremas buah zakarku.

Slruuuppp
Slruuupppp
Slruuuupppppp

Suara dari jilatan lidah Eva membuat darahku semakin mendidih. Setiap bunyi yang ia ciptakan seperti masuk kedalam sendiku yang membuatnya melemaskan setiap syaraf didalam tubuhku AHHHH Aku kembali melenguh dan eva tatap menjilati seluruh batang penisku. Ketika ia yakin batang penisku mulai basah, ia langsung membuka mulutnya agak lebar dan memasukan penisku kedalamnya. Aku akui penisku tidaklah panjang, yang dapat dilihat ketika Eva memasukannya, penisku langsung tebenam hingga ke panggalnya. Kemudain Eva mengeluarkanya lagi dan kini hanya memasukan kepala penisku saja. Ternyata Eva hendak memainkan lidahnya tepat di lubang kencingku. Ouuuu aku kembali melenguh ketika ujung lidah Eva menari nari diatas lubang kencingku sementara tangan kananya terus mengocok pangkal penisku dengan lembut.

Cloook cloook cloooookkkk
Leeelllleeeeellll
Kini Eva menyempitkan bibirnya dan mulai mengulum penisku, dia menggerakan kepalanya maju mundur dan terus memberikan sedotan seperti mesin vacuum. Aku tak dapat berbuat apa apa kecuali menikmati setiap perlakuan Eva siang ini. Aku makin bersender kebelakang dan terkadang pantatku sedikit tersentak yang membuat kepala Eva sedikit terdongak kebelakang. Ketika Eva semakin liar memaikan lidah dan bibinya ada sebuah panggilan di Hp Eva yang ia letakan di Tas.

When you feel my heat
Look into my eyes
Its where my demons hide
Its where my demons hide
Dont get too close
Its dark inside

Evaaaaaa, adaaa telpoon tuhhh, maauu dianggkaat duluu gaaak, ahhhhhhhh ouuchhhhhh, enaaak bangeet Vaaaa kataku dengan sedikit mendesah keenakan.
ahhhhhhhhh Eva melepas kulumanya dari penisku. Coba ambilin hp ku bas ditas, lihat itu dari siapa Lalu dia melanjutkan permainanya.
Akupun mengambil Hpnya didalam Tas LV coklat, kulihat dilayar Hp Androidnya tertera nama Om Hen. Ahhhhhhh Vaaaaa, iniii achhhhhhh darii Om Heeennn, oooouuuuuhhhhhh enaaakkk ahhhh

Ohhh itu Om Hen, sini bas Hpku Akupun memberikannya kepada Eva. Lalu Eva mengangkat telpon itu sembari tanganya terus mengocok pelan penisku.

Haloooo Om, Om Hen udah nyampe Jogja Tanya eva kepada seseorang dibalik telpon
Udah nih sayang, ini barusan Chek in di Hotel Aston, bentar lagi Om jemput kamu di kosn yah Jawab Om Hen dari balik Telpon
Ohh gitu, ya udah Eva tunggu yah om, itu alamat yang Eva kasih semalam tau daerahnya kan?
Tahu kok, kebetulan pernah lewat situ, kamu sudah dandan cantik kan sayang
Udaaah dong om, ini Juga Eva pake Baju sesuai permintaan Om kok, pokoknya om bakal eva buat puaaasss banget deh Rayu Eva
Oke kalau begitu, om meluncur kesana yah sayang
Eva tunggu om sayang, see uu
see uu evaa
Ehhh Om Hen, sebelum kesini, Kulupnya jangan lupa dibersihin dulu yah
Ohhh itu beres dehhh, dah dulu yah byeee muacccchhhh
Muaccchhhhh

Evapun mengakhiri percakapanya dengan Om hen. Selama ia bertelpon dengan Om Hen tanganya tetap tidak berhenti mengocok penis Bastian dengan gerakan agak kencang. Ia pun kembali memberikan Hpnya kepadaku.

Itu tadi dari pellanggan kamu?Kataku dengan nada rendah karena terengah menikmati kocokan Eva.
Ihhhh bastian ngomongnya gituu deh. Iya itu tadi dari Om Hen, dia bentar lagi mau kesini jemput
Ohh kalau begitu kamu siap siap aja dulu Va? tanyaku.
Ahhhh tanggung ah, lagi asik nih lagian lo juga belum Croot kan, nanti dikira gue gak bisa muasin pelanggan lagi sama lo
hehehe aku hanya bisa tertawa.
Ehh Bas, Hp aku lagi dong pinta Eva
Nihh Buat apaan emang AKu memberikan HPnya lalu Eva langsung mengutak atik layar Hpnya entah apa yang ia lakukan.

Nahhh, Bas tolong rekamin gue lagi nyepong Kontol elu dong
HAaaah, kok pake direkam segala, buat apaan emang Tanyaku heran
Yahhh elah bas buat kenang2duang. Lagian seru lagi
Yah udah kalau gitu, mana hapenya

Aku menerima HPnya kembali dan mengarahkan kamera kearah Eva. Kutekan tombol rekam dan mulai mengatur angle. Kurekam wajah dan tubuh eva. Lalu tiba tiba Evapun berbicara.

HAAAY, Nama Gue Eva Maria, gue sahabat baiknya Bastian Wiguna. Dan siang ini Eva bakal ngasih sahabat Eva satu ini sesuatu yang saaangaat nikmat Lalu Evapun melonggorkan belahan Dressnya dan mengeluarkan Payudaranya kemudian dengan sigap menjepitkan Payudaranya yang terbilang cukup besar itu di batang penisk. Aku merekam setiap adegan yang dilakukan oleh Eva, aku menggambil beberapa angle yang menarik sesuai gerakan tubuh Eva. Hanya beberapa detik Eva menjepit Payudaranya di penisku. Lalu dia kembali menggenggam Penisku dan meremasnya dengan kuat

AHhhhhh Evaaaaaaa

KEnapa sahabaaatuuu sayaaaangg, aahhhh Evapun mendesah didalam rekaman Video
Halooo sayang, My Best Fucking Friend, terimalah Sepongan Maut dari Eva Maria lanjut eva dengan nada bicara dan gerakan tubuh yang sangat sensual.
Kemuadian dengan sigap dia langsung melahap kembali Juniorku yang masih tegang berdiri. Tidak seperti sebelumnya. Kulumanya kali ini lebih terasa sedikit kasar namun tetap sangat nikmat, Sedotanya lebih kencang hingga pipi Eva menjadi kempot. Pinggulku bahkan sampai bergoyang karena menikmati permainan yang sangat liar ini. Eva terus mengocok dan mengulum penisku dengan berbagai posisi, terkadang dia mengulum batangku dengan posisi miring, terkadang dia mengulum Buah Zakarku sembari tanganya terus mengocok batangku dengan kencang. Hingga akhirnya aku memeberikan Isyarat bahwa aku akan keluar.

Evaaaaa aku mau keluaaar nihhh, achhhhh achhhh
Jmmmmm enaaak bangeet vaaa bibir kamuuu aaaaah terusss va

Mendengar itu Eva memasukan kembali Penisku kedalam mulutnya dan terus memberikan sedotan terakhir yang sangat kuat. Akupun tak kuasa menahan lagi semburan sperma dari dalam penisku.

Crooot Croooot Crooot Croooot Crooooootttt

Aku menyemprotkan seluruh Spermaku kedalam mulut Eva, eva terus menggoyangkan buah Zakarku agar Spermaku terus keluar, lalu pada saat semprotan yang terakhir tubuhku agak sedikit menggelinjang kencang dan membuat kepala Eva sedikit tersentak. Kemudian ia melepas kulumanya dan mendekatkan wajahnya ke kamera. Ia membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya. Diperlihatkanya didepan kamera Sperma kentalku yang seluruhnya masuk kedalam rongga mulutnya. Ia menggoyangkan lidahnya dan memainkan Sperma yang ada didalam mulutnya terkadang ia sengaja menetes neteskan sperma itu keluar untuk kemudaian menyedotnya lagi dan ia minum tanpa ada sisa satu tetespun.

Eva kembali berpose nakal dengan nada menggoda didepan kamera. Susunya kembali ia jepitkan di Penisku yang perlahan mulai melemas. Gimana Sepongan Gue Bass enaaak kaaan., Sekarang yang terakhir gue akan kasih kejutan buat lu, lu pasti bakal suka karena ini tititk kenikmatan dari lo
Evapun meraih Hpnya dan membalikan perlahan arah kamera. Sejenak ia merekam wajahku yang tengah menikmati kenikmatan, Aku hanya bisa tersenyum puas karena jujur ini membuatku sangat lemas. Eva mengarahkan Hpnya tepat ke mukanya. Lalu perlahan ia menjilatin putingku dan beranjak turun kebawah. Ternyata Eva sangat piawa dalam memberikan Penetrasi pada tubuhku, hingga membuatku kembali menggelinjang.

Lalu lidah Eva kembali berada di selangkanganku dan Eva membuatku sangat terkejut dengan sangat sigap ia menaikan penis dan buah Zakarku keatas hingga lubang anusku terlihat. Lalu dengan buasnya ia mempermainkan daerah antara anus dan buah zakar, ia menggelitiknya dengan lidahnya yang sangat basah. Aku terus melenguh dan sedikit menggelinjang. Kenapa Eva bisa tahu disitu titip kenikmatanku. Eva memberikan penetrasi dititik kenikmatan atau dikenal dengan titik G-Spot, tak hanya menggelitik dibagian dekat anus saja, bahkan tanpa merasa jijik Eva juga menjilati lubang Anusku. Hal itu membuatku tambah menggelinjang namun Eva tetap menjilatinya sembari tangan piawainya mengabadikan sendiri apa yang ia lakukan dibawah sana. Akhirnya Eva menyudahi permainan pada anusku. Dan dia berdiri dan mendekatkan wajahnya kepadaku, kamera terus mengikuti pergerakan tubuhnya hingga berakhir dihadapan wajah kita berdua. Kami berciuman untuk mengakhiri rekaman singkat ini. Hanya satu menit kami berciuman tetapi ciuman itu sungguh berasa dan tetap membuat kami terengah engah. Dan terakhir Eva memberikan Speechnya dengan muka yang luar biasa binal. Lalu

Evapun kembali merapihkan bajunya dan menuju kamar mandi untuk menghilangkan bau Spermaku dimulutnya. Tak ketinggalan ia menebalkan riasan dan lipstiknya lalu bersiap menunggu Om Hen didepan Kosn. Tak Lama Sebuah Mobil Sedan Hitam berhenti didepan Kosn, turunlah Seorang berperawakan kecil dengan mata sedikit sipit dan berkuliit putih. Yah ia adalah Om Hen Seseorang yang telah menyewa jasa Eva untuk Hari ini hingga besok.Mereka berkenalan secara singkat hingga akhirnya Eva masuk kedalam Mobil Sedan Om Hen. Cukup lama mereka didalam mobil mungkin lebih dari 20 menit ada sesuatu yang mereka lakukan dalam 20 menit itu. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bergegas menuju Hotel Grand Aston Jogja tempat dimana mereka akan memadu asmara. Tempat terjadinya pertukaran antara Pedagang dan Pembeli. Tempat memadu cinta sesaat antara Pelacur dengan Lelaki hidung Belang yang telah membayarnya.

**********

Aku kembali kekamarku untuk mandi dan bersiap siap. Perbekalan dan pakaian ganti seperlunya sudah kumasukan kedalam tas. Aku mengenakan pakaian yang aku rasa cukup formal dan cukup pantas untuk dikenakan. Sebelumnya aku mengoleskan minyak ajaib pemberian Tante Ocha yang selama ini selalu aku gunakan sebelum aku melakukan hubungan Sex. Aku keluar kamar dan memastikan semua pintu dibangunan ini dalam keaadaan terkunci. Akupun tak lupa menghubungi Mas Anji mengabari bahwa Kosn dalam keadaan Kosong. Biasanya Mas Anji memang pulang pada pukul 3 Sore maka dari itu aku memberitahukan dia sebelumnya. Sekali lagi aku melakukan pengecekan setelah yakin cukup aman akupun keluar mnuju parkiran dan masuk kedalam Mobil Jazz Silver. Kupanaskan sejenak mesin mobil sembari memanaskan mesik Kutelpon Tante Ocha untuk mengabari bahwa aku sedang dalam perjalanan. Akupun berangkat menuju Butik yang khusu menjual pakaian hijab. Butik Tante ini merupakan salah satu dari beberapa Butik yang dimiliki Tante Ocha. Namun dari sekian itu butik yang berletak di daerah Ambarukmo ini lah yang terbilang cukup maju pesat. Mungkin karena konsen pada penjualan Hijab yang kini sedang digandrungi oleh para penganut Fashionista Tanah Air.

Sampailah aku disebuah Pusat pertokoan, aku memarkirkan mobil dan menuju sebuah Ruko yang bertuliskan Ocha Fashion & Hijab. Aku langsung menuju Lantai 3 diamana kantor Tante berada. Mayoritas Karyawan disini sudah mengenalku namun tak satupun yang mengetahui Hubungan Gelapku dengan Tante Ocha, mereka hanya tahu aku ada kebutuhan dengan Tante. Tante ini memang orang yang cerdik, dia pandai sekali menyembunyikan kehidupan dunia perlendiranya dari orang2 terdekatnya. Dari sekian banyak karyawan yang ia miliki Tak seorangpun tahu sisi lai dari Tante Ocha selama ini yaitu seorang Tante Girang. Semua orang hanya mengetahui ia seorang wanita yang santun. Mungkin terlihat dari pakaianya sehari2 ketika kerja. Akhirnya aku sampai di lantai 3, kubuka pintu kantor tante dan Tante sedang sibuk dengan pemilihan beberapa Design Pakaian baru yang akan diproduksi.

Ehhhh si Ganteng dah nyampe, kokk lama sih macet yaah Sapa tante sambil berdiri dari duduknya.

Aku menutup pintu kantornya dan tak lupa untuk menguncinya sekaligus, walau sebenarnya jarang ada yang masuk apa bila tidak dipanggil oleh tante. Aku duduk disalah satu Sofa diruangan itu dan Tante juga menyusulku.Tante hari ini sangan terlihat anggun dengan setelan Gamis merah dan kerudung Merah pula. Tante Ocha memang selalu mengenakan Hijab bila ia kerja. Karena apa kata orang kalau menjual Hijab tapi pemiliknya saja tidak menggunakan koleksinya sendiri.

Kamu kok bangun siang banget sih, tadi pagi sebelum berangkat tante ketok ketok gak jawb kamu
Yahhh semalem ada bola jadi nonton ampe pagi hehehe jawabku sambil tertawa renyah.
Oh iya tadi Jeng Erlin telpon katanya nanti kamu langsung aja ke kamar Deluxe Room aja, no kamarnya tante lupa tadi dia bilang no berapa, nanti tante hub diabiar kasih tahu langsung ke kamu ae yooh jelas Tante sambil merangkulku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
Oh iya semalem kan tante kirimin Foto kamu kedia, kata dia kamu ganteng, gak sabar pengen ketemu katanya Kata tante dengan genit.

Ahhh tante maaah pake dikirimin segala, kan aku malu
kenapa kamu malu, kan kamu pancen guanteng toh leeh, buktinya tante suka
Heeee iyaaa yaah jawabku sambil menggelitik hidungnya dengan hidungku.

Tapiiii
Tapi kenapa toh sayang
apa tante gak cemburu sih aku mau kentu sama Tante Elin? Tanyaku merayu
Cemburu sih sayang, tapi mau gimana lagi adanya Cuma kamu, kan tahu sendiri, tante udah gak punya kenalan Brondong lagi. Tohh walaupun kamu kentu sama perempuan manapun kamu tetep balik dipelukan tante tohh? jawab tante sambil memeluk aku

UHHH tante aku emang the best
Kalau gitu, Tian minta ijin yah buat ngentu Tante Elin,
Iyaaa dijinin sayaang Daaah aah kan udah kita bahas toh waktu itu jadi gak usah dipermasalahkan lagi yah sayang Tante lalu memeluku lagi dan akupun membalas pelukanya sembari meraba pantatnya dibalik Gaun gamis Merahnya.

Tante kok tumben sih Pake celana dalam, biasanya Cuma pake G-String
Halah kamu ini emang bedanya opo jal
Yoooo beda kan kalao pakek G-String iso langsung Josss
Ihhhh bandeel yaaahhh Sambil mencubit pinggangku

Ohh iya, tante sekalian pamit yah
Oh iya emang jadi kejakarta lagi Tanyaku
Jadi nanti malam, makanya nanti malam kan kamu masih sama Jeng Erlin takutnya gak bisa pamitan langsung Tadinya sih tante juga pengen ikut nemenin kamu, Cuma yo acara dijakarta besok juga penting sih.
Iyaa yaudah kalau gitu ati2 dijalan yah Tante, Gak lama kan di Jakarta?

Engggaaakkk, kan Cuma sehari aja tante di Jakarta, karena acaranya memang sehari, Nanti Hari Sabtu tante Udah ada disini lagi. Oh iya kamu jadi pulang kapan sayang?

“Gak tahu tante, yah lihat nanti aja dehhh. mamah sih udah nyuruh cepet cepet pulang”.
“Tapi Tian kepengen ngentu tante dulu sebeum pulang kejakara, hehehehe”

“Yah udah besok sabtu disempetin dehhh, yahhhh”

“Apa sekarang aja tante, hehehe”

Kamu ini pie, lah nanti si Erlin mbok kasih opo kalau sekarang kamu ehem sama tante. Kasihan dong dia gak bisa ngerasain kenakalan kamu. Lagian Tante gak mau ah ehem ehem sama kamu cepet cepet

Lalu Tante mulai meraba Penisku, menanyakan apakah aku sudah memakai minyak ajaibnya, kemudian kami berpelukan dan saling memberikan ciuman. Tante langsung menyedot lidahku sementara tanganku langsung bergerilya di payudara dan Pantatnya. Kami tak lama melakukanya karena tante tidak enak dengan Tante Erlin yang menunggu terlalu lama.Akhirnya aku pamitan dengan tante setelah sebelumnya aku mendapat pengarahan mengenai kepribadian dari Tante Erlin agar aku tak begitu canggung bila bertemu dengannya. Aku keluar dari Butik Tante Ocha dan segera menuju ke Grand Aston Jogjakarta untuk memberikan tubuhku padanya. Kuparkirkan Mobilku dan segera aku menuju Lobi, lalu aku mengirim Sms untuk mengetahui pasti no Kamar yang dugunakan oleh tante Elin. Setelah mendapat balasan aku segera menuju kamar yang dimaksud. Langkah demi langkah aku menuju ke kamar itu, hingga akhirnya aku temukan.

Kutekan Bel didepan Pintu itu. Tiga kali aku menekan namun tak ada tanggapan hingga keempat kalinya kutekan ahirnya ada yang membuka Pintu tersebut. Dari dalam kamar tersebut keluarlah seorang Wanita dengan postur tubuh sangat besar, aku tak tahu pasti berapa berat badanya yang pati aku tidak akan kuat untuk mengangkatnya. Kami saling menyapa namun terlihat kami berdua cukup kikuk mungkin ini kali pertamanya aku bertemu. Tante Elin mempersilahkan masuk, kuikuti dia dari belakang hingga aku dapat melihat bongkahan pantat yang sangat besar. Tante mengenakan sebuah Sex Dress yang cukup transparan dengan motif Renda. Terlihat dari bayangan sebuah Celana Dalam dengan ukuran yang sangat besar. Beberapa kali aku menelan ludah karena ini juga kali pertamanya aku melihat wanita gemuk dalam keadaan setengah telanjang.

APAKAH AKU SANGGUP MELAWAN TANTE ELIN

Author: 

Related Posts